Pembahasan R-APBD digelar secara tertutup di Ruang Rapat Banggar DPRD Bangakalan, Kamis (11/11/2021).
BANGKALAN, BANSAONLINE.com - Pembahasan Rancangan APBD TA 2022 antara Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Bangkalan dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan berlangsung alot. Hal ini diakibatkan masih banyaknya rekomendasi dari komisi-komisi DPRD yang direkomendasikan ke badan anggaran.
Bahkan, hasil pantauan BANGSAONLINE.com, pembahasan tersebut digelar secara tertutup di Ruang Rapat Banggar DPRD Bangakalan, Kamis (11/11/2021).
BACA JUGA:
- Kodim Bangkalan Gelar Tes Urine Mendadak untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Progam Bunga Nol Persen untuk UMKM: Harus Tepat Sasaran
- Rokok Ilegal Senilai Rp900 Juta Dimusnahkan Lanal Batuporon dan Bea Cukai di Bangkalan
- Aksi Mahasiswa di Bangkalan Soroti Infrastruktur dan Layanan Publik
Menurut H. Musawwir, Anggota Banggar DPRD Bangkalan, ada 19 rekomendasi yang diajukan ke banggar setelah melakukan rapat dengan pihak terkait.
"Dari hasil pembahasan komisi yang direkomendasikan ke badan anggaran, muncul 19 rekomendasi yang diajukan ke banggar," ungkapnya.
Ia menjelaskan, dari 19 rekomendasi itu, di antaranya terkait perpindahan gedung DPRD ke tempat baru yang membutuhkan anggaran sangat besar. "Masih butuh dana sekitar 2,7 miliar, seperti kelengkapan sarana prasana gedung tersebut," jelasnya.
Ketua Tim Anggaran Pemkab Bangkalan Taufan Zairinsyah membenarkan alotnya pembahasan R-APBD karena masih ada kesepakatan-kesepakatan dan rekomendasi yang diajukan dari komisi-komisi DPRD Bangkalan.
"Ya, karena ada kesepakatan-kesepakatan, serta adanya rekomendasi dari komisi-komisi yang disampaikan kepada Tim Banggar," tegas Taufan. (uzi/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




