Air luapan Kali Lamong membanjiri Desa Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng. foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSONLINE.com - Akibat Kali Lamong kembali meluap hingga membanjiri sejumlah desa di Kecamatan Balongpangang dan Benjeng, Kabupaten Gresik, pengerukan anak Kali Lamong yang dilakukan secara kontraktual dihentikan sementara.
Sementara, pengerukan di wilayah Kecamatan Cerme tetap dilanjutkan karena titik sungai di wilayah tersebut tidak sampai meluap.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati: Gresik Kian Kokoh Jadi Magnet Investasi Nasional
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
Hal itu diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Endoong Wahyukuncoro saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Senin (15/11/2021).
Meski pengerukan berhenti sementara sambil menunggu debit air anak Kali Lamong turun, namun para pekerja tetap beraktivitas.
"Pekerja dengan alat berat tetap standby membersihkan sampah yang terbawa arus agar tak menyebabkan sumbatan," tuturnya.
Menurut dia, banyak sampah yang dibuang warga di Kali Lamong saat air meluap. Seperti kasur bekas, lemari, kursi, dan perabot rumah tangga lain yang tak terpakai sehingga terbawa arus.
"Sampah-sampah itu yang kerap menghambat arus air sehingga mengakibatkan penyumbatan. Makanya dibersihkan," terang Endoong.
Lebih jauh Endoong menyatakan bahwa pengerukan anak Kali Lamong yang dikerjakan kontraktual sejak bulan Oktober sepanjang 4,2 km.






