Ia menduga, keinginan untuk memajukan jadwal Muktamar NU itu bagian dari akal-akalan dan mengada-ada. “Sangat tidak rasional dan tidak pantas. Apalagi disampaikan Rais Am,” kata Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, jika PBNU memaksakan kehendak memajukan jadwal Muktamar NU, bisa jadi warga NU semakin curiga terhadap isu booking hotel oleh oknum Kemenag tempo hari. “Kan bisa saja warga NU makin curiga. Mereka bisa saja berpikir. O berarti berita itu benar. Mereka pasti mengira takut uang DP-nya hangus,” katanya.
Meski demikian, Kiai Asep minta agar tanggal pengunduran pelaksanaan Muktamar NU ke-34 itu harus diputuskan. "Misalnya tanggal 31 Januari. Harus segera ditetapkan. Atau bisa saja dua bulan kemudian. Harus segera ditetapkan," katanya.
Kiai Asep juga minta agar panitia Muktamar NU mengarahkan peserta Muktamar tidur di penginapan biasa, di tengah masyarakat. "Ini untuk menghindari fitnah booking hotel itu," katanya. Menurut Kiai Asep, pelaksanaan Muktamar harus di pesantren sekaligus untuk mempertahankan budaya Muktamar NU yang sudah berlangsung hampir satu abad.










