KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Kediri langsung merespons bencana erupsi Gunung Semeru dengan mengirimkan Tim BPBD dan bantuan untuk warga yang terdampak.
"Kota Kediri pernah mengalami dampak bencana serupa, yaitu letusan Gunung Kelud. Semoga bantuan dan tim yang kami kirim bisa membantu saudara-saudara yang terdampak bencana letusan Semeru," ujar Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Minggu (5/12).
Baca Juga: Pj Wali Kota Zanariah Harap PGRI Kota Kediri Semakin Solid Majukan Mutu Pendidikan
Wali Kota kediri juga mengapresiasi gerak cepat beberapa lembaga amal dan komunitas yang mengirim bantuan untuk warga yang terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Indun Munawaroh, mengungkapkan ada lima personel BPBD serta delapan orang dari relawan Pekat Kediri yang dikirim untuk membantu tanggap bencana erupsi Gunung Semeru.
BPBD Kota Kediri juga mengirimkan perbekalan yang akan diberikan kepada warga terdampak bencana yakni 100 lembar terpal, 100 lembar selimut, dan 30 lembar matras.
Baca Juga: Pj Wali Kota Kediri Beri Arahan ke Peserta Uji Kompetensi
"Untuk bahan makanan belum didistribusikan. Rencana Kamis, kami akan geser ke lokasi lagi. Kami juga kumpulkan donasi dari warga. Menurut informasi teman-teman di lapangan, yang dibutuhkan makanan siap saji, selimut, terpal, beberapa kebutuhan untuk bayi seperti pampers, susu, dan pakaian dalam untuk wanita," kata Indun sebelum berangkat ke Lumajang, Minggu.
Bagi masyarakat yang ingin menyumbang, katanya, bisa mengirim langsung donasi ke kantor BPBD Kota Kediri. Nantinya, BPBD yang akan mendistribusikan kepada warga terdampak bencana awan panas Gunung Semeru tersebut.
Sesuai dengan rencana, tim akan berada di lokasi bencana selama satu minggu. Namun, jika korban yang sebelumnya dinyatakan hilang sudah ditemukan dalam waktu dua atau tiga hari, tim juga bisa bergeser. "Tergantung proses pencarian dan evakuasi. Nanti koordinasi dengan Basarnas di posko lapangan," ungkapnya.
Baca Juga: Pj Wali Kota Kediri Tekankan Pentingnya Menjaga Lingkungan Sejak Dini saat World Clean Up Day 2024
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Kediri Joko Suprayitno mengatakan dirinya dengan relawan lainnya mendapatkan tugas untuk siaga di pos bersama.
"Kami mendapatkan tugas di pos bersama untuk distribusi bantuan termasuk jika dibutuhkan untuk evakuasi juga. Kami juga membawa satu ambulans, jadi nanti bisa difungsikan," kata pria yang akrab disapa Aji ini.
Saat ini, seluruh rombongan sudah sampai di Lumajang. Setelah istirahat, mereka segera bergabung dengan tim lainnya membantu penanganan bencana. (uji/man)
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkot Kediri Belajar ke Diskominfo Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News