
KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) menyerahkan sejumlah bantuan program corporate social responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan.
Bantuan Program CSR Bank Jatim Peduli itu berupa aplikasi QRIS untuk pemilik toko, pembangunan Kampung Tematik Wisata Bahari Bandeng Jelak, jamban sehat sebanyak 77 unit, agen laku pandai, dan Kredit Usaha Madinah (Kurma).
Penyerahan CSR dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman kepada Wali Kota Pasuruan H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertempat di Aula Gedung Gradika, Jumat (17/12).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengucapkan terima kasih kepada Bank Jatim atas CSR yang diberikan. ”Kami sangat mengapresiasi langkah Bank Jatim saat ini. Selanjutnya, akan segera kami berikan kepada penerima bantuan,” terang Gus Ipul.
CSR ini merupakan wujud kepedulian Bank Jatim kepada masyarakat, terutama pada kondisi pandemi saat ini. Selain itu, penyerahan bantuan ini adalah wujud realisasi visi misi Wali Kota Pasuruan dalam bidang memajukan perekonomiannya.
“Bantuan CSR ini masuk ke dalam visi misi saya yang pertama untuk memajukan perekonomian masyarakat,” ujar Gus Ipul
Untuk mewujudkan misi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat itu, Pemkot Pasuruan mendorong beberapa program yang telah diberikan Bank Jatim, seperti halnya agen laku pandai, hingga menerapkan transaksi berbasis QRIS yang dimulai di sejumlah pasar.
"Kota Pasuruan memiliki potensi yang dapat digali untuk menghidupkan kembali pertumbuhan perekonomian masyarakat. Dengan begitu dapat mengurangi pengangguran, mempersempit kesenjangan, dan terciptanya perekonomian yang maju," ujar mantan Wagub Jatim tersebut.
Di tempat yang sama, Busrul Iman berharap CSR ini, salah satunya penerapan QRIS, dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam berbelanja di pasar rakyat.
“Saya juga berharap Bank Jatim Cabang Kota Pasuruan dapat terus bersinergi serta berjalan beriringan dengan program yang dijalankan oleh Pemkot Pasuruan selaku stakeholder maupun masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan potensi daerah,” jelas Busrul Iman. (par/rev)