Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan, saat belanja ayam di Pasar Setono Betek, Kota Kediri. Foto: Ist
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Meroketnya harga bahan pokok (bako) belakangan ini disinyalir karena meningkatnya permintaan saat perayaan natal dan tahun baru (nataru). Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim) menilai hal tersebut adalah wajar.
“Permintaan konsumen terutama untuk bako memang meningkat, tidak hanya pada saat nataru ini saja, melainkan tren ini juga terjadi di hari-hari besar lainnya,” kata Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Disperdagin Kota Kediri di Pasar Setonobetek, Minggu (26/12).
BACA JUGA:
- Pastikan Stok Bapok Aman Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Gresik Sidak ke Pasar Baru
- Disperindag Jatim Pasang Plakat Registrasi Mesin ke Pabrik Rokok di Pamekasan
- Harga Bahan Pokok Surabaya 24 Juni 2025: Tomat Terus Merangkak, Cabai Rawit Naik Rp2.800
- Pascaiduladha, Harga Cabai di Jabar Masih Meroket
Ia menyebutkan komoditi yang mengalami lonjakan harga signifikan adalah cabai, minyak, dan telur. Ada beberapa penyebab harga komoditi di dapur itu meningkat.
“Cabe karena memang iklim saat ini yang kurang mendukung, sehingga produksi petani cabe pun juga agak terganggu dan mempengaruhi pasokan cabe di pasaran yang berdampak pada harga,” ujarnya.
Untuk minyak, lanjut Drajat, dipengaruhi oleh harga Crude Palm Oil (CPO) atau harga minyak sawit mentah yang meningkat. Menurut dia, kejadian ini juga berlangsung di seluruh dunia.
“Ini tidak terjadi di Indonesia saja, melainkan dunia juga mengalami hal serupa, akibat pasokan minyak nabati dunia menurun,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




