Bupati Kediri Ajak Milenial Lestarikan Wayang

Bupati Kediri Ajak Milenial Lestarikan Wayang Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono dengan wayang kulit bernama Wisanggeni. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono, mengajak milenial melestarikan wayang. Hal ini perlu dilakukan karena Kabupaten Kediri memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang harus dijaga.

“Kabupaten Kediri ini mempunyai kekayaan budaya dan kesenian yang sangat besar, terutama wayang. Di Kabupaten Kediri ada wayang khas yang harus dilestarikan, namanya wayang krucil,” ungkapnya, Sabtu (19/2).

Tidak hanya wayang krucil, apa pun kekayaan budaya dan peninggalan sejarah yang dimiliki Kabupaten Kediri, kata Dhito harus dilestarikan. Terlebih, oleh kalangan milenial.

“Cara melestarikannya bagaimana, kaum milenial ini bisa terus membuat video, foto, hingga infografis yang disebarkan di sosial media. Juga untuk terus digaungkan sehingga semua kesenian tidak musnah dan diakui bangsa lain,” terangnya.

Menurutnya, pelestarian ini juga menjadi tugas dari Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) yang baru dikukuhkan agar tak terjadi perusakan atau pemusnahan kekayaan budaya. 

Sementara Ketua DK4, Imam Mubarok, menyebutkan pelestarian kesenian dan kebudayaan adalah tanggung jawab yang harus diemban oleh semua lini masyarakat.

“Perhatian kita semua bahwa sisi kearifan lokal ini harus terjaga,” katanya.

Menurut Gus Barok, sapaan pria yang juga seorang jurnalis senior itu, di Kabupaten Kediri hidup dan berkembang kurang lebih 36 jenis kesenian yang terdaftar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Selain itu, ada 1.522 organisasi dan profesi seniman serta 509 cagar budaya dan 29 adat istiadat lokal.

Salah satu jenis kesenian itu adalah Wayang Krucil yang dipopulerkan oleh Mbah Gandrung. Menurutnya, Wayang Krucil harus terus digaungkan keberadaannya karena merupakan budaya khas Kabupaten Kediri.

"Jangan hanya insidentil, dalam melestarikan wayang ini harus continue atau berkelanjutan. Jangan pula hanya ketika kekayaan budaya ini baru diakui oleh bangsa lain baru bereaksi," tegasnya.

"Jadi jangan hanya berkoar-koar ketika ada kasus seperti ada oknum yang mau memusnahkan wayang. Tetapi kemudian ketika tidak ada apa-apa diam," tandasnya.

Selain penyebaran konten-konten di media sosial seperti yang dikatakan Bupati Kediri, Barok menyebutkan kaum milenial juga bisa mengenalkan karakter wayang seperti Gatotkaca ataupun pandawa. Sehingga, akan terus terjadi regenerasi dan kelestarian wayang.

Barok menjelaskan, kesenian dan budaya yang ada di Kabupaten Kediri dapat terjaga jika ada banyak dalang yang terus berkesenian.

Untuk mewujudkan itu, pihaknya berencana mengusulkan adanya pawiyatan pedalangan kepada Bupati Dhito untuk mencetak dalang-dalang asal Kabupaten Kediri. (kominfo)