Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama wakilnya dan didampingi sekda serta pimpinan dewan saat penandatangan RKPD 2023. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik tahun 2023, Selasa (22/3). Dalam agenda ini disebutkan kekuatan fiskal belanja pada APBD Gresik tahun 2023 sebesar Rp4 triliun, sementara pendapatan Rp3,6 triliun.
Kegiatan ini bertajuk 'Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul, Berkelanjutan, dan Berkebudayaan Dilandasi Akhlakul Karimah'. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi dari seluruh pelaku pembangunan yang telah memberikan sumbangsih terbaiknya untuk menghadiri percepatan pembangunan menuju Gresik Baru.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
"Langkah kita bersama adalah pembangunan Gresik yang utuh. Yaitu menghapuskan ketimpangan antar wilayah, mendorong pemerataan pembangunan dari perkotaan hingga pelosok perdesaan. Serta bersama mari kita berbenah untuk mengatasi permasalahan yang nyata dengan kita tuangkan bersama dalam RKPD tahun 2023," ujarnya.
"Melalui pengarusutamaan Nawa Karsa kita melangkah bersama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Gresik. Pada tahun 2021 alhamdulillah sudah tumbuh sebesar 3,79 persen, meningkat 7,47 persen dari tahun 2020 yang berada posisi menurun sebesar 3,68 persen. Pertumbuhan ekonomi Gresik sebesar 3,79 persen ini lebih tinggi di atas rata-rata nasional sebesar 3,69 persen dan rata-rata provinsi Jawa Timur sebesar 3,57 persen," paparnya menambahkan.
Gus Yani (sapaan akrab Bupati Gresik) juga mengungkapkan beberapa isu strategis yang dihadapi Kota Pudak, seperti tiga program prioritas yang tetap dipertahankan pada tahun 2023, yakni kemiskinan, infrastruktur jalan, dan penanganan Kali Lamong.
Pada infrastruktur jalan, dari total 512.164 km jalan kabupaten 51,6 persen dalam kondisi baik, 24,20 persen rusak ringan, 22,3 persen kondisi rusak sedang, dan 1,8 persen rusak berat. Sedangkan masalah banjir luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik terdata terdapat 42 titik banjir yang berdampak pada 63,1 km jalan, 5.838 rumah warga dan 3.057 hektar sawah dan tambak.
Untuk mengatasi permasalahan banjir, Pemkab Gresik sudah melakukan langkah-langkah dalam penanganannya dengan usaha normalisasi Kali Lamong, sejak tahun 2021 dilaksanakan pembebasan lahan ± 6,3 km dari dana APBD sebesar Rp23 miliar, dan ± 4,15 km normalisasi dengan dana CSR.
Kemudian, pada tahun 2022 ditargetkan akan dilakukan pembebasan ±15,73 km yang telah dianggarkan pada APBD Rp 25 miliar, dan untuk tahun 2023 direncanakan pembebasan sepanjang ±12,5 km dengan menggunakan dana APBD Rp 35 miliar.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




