Atim, pemilik kuda hanya bisa meratapi kuda kesayangannya yang diduga mati karena kelelahan saat prosesi adat Puter Kayun.
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Usai menggelar kebo-keboan, masyarakat Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi menggelar ritual Puter Kayun pada hari kesepuluh bulan Syawal, Rabu (11/5/2022).
Namun nahas, saat prosesi ritual napak tilas dengan menaiki delman hias dari Boyolangu menuju Watu Dodol itu, seekor kuda mati di tengah Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
BACA JUGA:
- Remaja yang Dilaporkan Hilang di Puncak Ijen, Ternyata Ditinggal Temannya
- Gagal Nyalip Truk, Motor yang Dikemudikan Ibu di Banyuwangi Alami Laka hingga Tewaskan 1 Anak
- Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama Versi Masehi, Ribuan Peserta Ikut Napak Tilas Bangkalan-Jombang
- Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU 2026: PCNU Surabaya Teguhkan Ingatan Sejarah dan Khidmah Ulama
Kuda milik Atim, warga Kelurahan Boyolangu itu diduga kelelahan. Pasalnya, jarak yang ditempuh cukup panjang, yakni sekitar 15 kilometer dengan rute pulang pergi.
"Kuda itu diduga kelelahan dan akhirnya mati di tempat," kata Ketua Adat Napak Tilas Puter Kayun Boyolangu, Abdalah.
Tidak hanya itu, satu kuda lainnya sempat terlihat lemas dan kelelahan, lalu akhirnya tumbang sebentar. Beruntung sang kusir berhasil menanganinya.
"Jadi, ada satu kuda mati dan satu kuda yang tak sadarkan diri atau lemas," ujarnya.
Ritual Napak Tilas Puter Kayun itu merupakan tradisi turunan yang telah digelar berpuluh tahun silam yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat Boyolangu kepada Tuhan YME.
Selain itu, juga menjadi pengingat perjuangan dari leluhur setempat, yakni Buyut Jakso atau yang dikenal Ki Martojoyo. (guh/ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




