JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dinas Peternakan Jombang bersama pihak terkait melakukan pemantauan di pasar hewan Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan. Alhasil, satu ekor sapi suspek dikembalikan ke daerah asal.
Kepala Dinas Peternakan Jombang, Agus Susilo, mengatakan bahwa pihaknya melakukan di pasar ternak sejak pukul 04:30 WIB. Upaya tersebut dilakukan agar hewan ternak yang dijual benar-benar sehat.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Dispaperta Sidoarjo Temukan 3 Sapi Terinfeksi Virus PMK di Pedagang Hewan Kurban
"Pemantauan ini dalam rangka pencegahan penyebaran PMK di Jombang. Yang dapat masuk hanya hewan ternak dengan kondisi sehat, satu ekor sapi suspek kita kembalikan, kita minta untuk putar balik dari asal Ngimbang," ujarnya, Jumat (13/5/2022).
Ia menuturkan, indikator suspek PMK pada hewan ternak saat dilakukan pemantauan di pasar hewan yakni mengarah pada gejala wabah yang dimaksud dan tidak diperkenankan masuk ke wilayah jual beli ternak.
"Kami lihat dari suhu sapi tinggi, saat mulut dibuka terdapat luka di lidah atau gusi, sehingga kita harus ambil tindakan pencegahan," tuturnya.
Baca Juga: 21 Ekor Sapi Mati Mendadak, DKKP Kabupaten Kediri Lakukan Rapid Test
Selain itu, lanjut Agus, pihaknya juga melakukan beberapa tindakan lain untuk menekan penyebaran seperti penyemprotan disinfektan.
"Oleh medikvet, paramedikvet, inseminator utara brantas, kepolisian, dan pihak pasar hewan dan Desa kabuh, dilakukan juga tindakan penyemprotan desinfektan kendaraan dan lingkungan di sekitar pasar," kata Agus.
Sedangkan informasi terbaru soal suspek sapi dengan kategori PMK telah bertambah menjadi 104 ekor, dengan jumlah kematian 5 ekor pedet atau anakan sapi.
Baca Juga: Pimpin Penerimaan Vaksin PMK dan LSD, Pj Gubernur Jatim: Upaya Strategis Kendalikan Penyakit Ternak
"Kemarin 96 ekor sekarang 104 sapi suspek,dan yang mati ada 5 pedet kemungkinan karena air susu tidak maksimal. Saat ini pengobatan terus kita lakukan," paparnya. (aan/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News