Hendro Sulistijono, Direktur RSD dr. Soebandi.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan sejumlah langkah strategis menindaklanjuti hepatitis akut yang sudah diumumkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh World Health Organization (WHO), sejak April lalu.
Sebab, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, beberapa pasien yang terjangkit hepatitis akut berat akhirnya meninggal dunia.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Karena itu, Pemkab Jember melakukan antisipasi untuk mencegah penyakit yang menyerang anak usia bayi 1 bulan hingga anak 16 tahun ini. Di antaranya dengan menyiapkan tim screening.
Hendro Sulistijono, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi, mengatakan pembentukan tim screening tersebut sebagai salah satu bentuk kewaspadaan.
“Jadi sejak seminggu yang lalu kami sudah membentuk tim screening yang nantinya berjaga di IGD,” Jelas Hendro.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




