”Sayangnya, besarnya Akrindo hanya di Jawa Timur saja. Padahal dengan adanya peraturan pemerintah yang membatasi peritel dari luar negeri, sebenarnya hal tersebut merupakan peluang bagus bagi Akrindo untu mengembangkan diri di Indonesia. Akrindo bukan hanya memberikan semua kebutuhan barang bagi peritel koperasi saja, meski Akrindo harus mampu menjadi distributor,” urai Emilia.
Akrindo merupakan mitra bagi dinas koperasi, karena itu Emilia mengatakan bahwa pemerintah pusat siap membantu memfasilitasi segala kebutuhan Akrindo. Namun Emilia juga menegaskan fungsi Akrindo sebagai asosiasi yang harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotaya. Kenapa banyak peritel tidak ingin bergabung dengan Akrindo?
Akrindo harus memiliki standarisasi dan bermanfaat bagi setiap anggota Akrindo.
Dia menyatakan, pemerintah melalui Kemenkop mengapresiasi agar 40 persen koperasi yang bergerak di bidang ritel bisa terus eksis. Agar peritel koperasi bisa sejajar dengan peritel nasional dan internasional. Minimal keberadaan Akrindo sama sejajar atau mampu bertahan dengan gempuran MEA.
“Setidaknya Akrindo harus mampu memenuhi kebutuhan anggotanya, baik display maupun packaging. Terutama yang paling penting adalah mampu memiliki daya saing di bidang harga. Persiapan tersebut juga dilakukan dengan membangun SDM peritel. Dengan adanya SKKNI untuk kasir, pramuniaga, dan management. Inilah sertifikasi yang harus dimiliki oleh peritel,” tandas Emilia.
Yang kedua mampu mambangun brand yang baik dan bermatabat. ”Bagaimana jaringan distribusi yang merata, meningkatkan kesejahteraan anggota Akrindo. Semua harus ada konsolidasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan sehingga pemerintah pusat bisa memantau dan mengevaluasi. Disamping itu Akrindo harus bisa bergaung agar mampu berkiprah dan memiliki manfaat bagi anggota,” jlentreh Emilia.
Strategi yang harus dilakukan oleh Akrindo selain dispersif (bertahan) harus mampu bersaing dan berkembang. Saat ini yang terlihat sebagai kendala terletak pada minat dan kemauan untuk berkembang bagi peritel koperasi belum terpenuhi.
”Akrindo harus berkiprah di tingkat nasional dengan cara Akrindo harus mampu mensosialisasikan secara global pada peritel koperasi di seluruh wilayah Indonesia dan pemerintah pusat akan terus membantu mamfasiitasi dengan menggunakan anggaran APBN. Sementara Kemenkop akan menghimbau agar peritel koperasi mau bergabung dengan Akrindo. Dengam memiliki harga yang kompetitif, maka masyarakatpun terdorong untuk berbelanja di toko Akrindo jika suasananya enak, nyaman dan aman,” pungkas Emilia. (yul/adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




