PMII Tuban saat menggelar demo refleksi satu tahun kepemimpinan Lindra-Riyadi.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kabupaten Tuban menggelar aksi di depan kantor pemerintah daerah setempat, Kamis (16/6/2022). Agenda ini merupakan refleksi atas kepemimpinan Aditya Halindra Faridzky dan Riyadi yang sudah berjalan selama satu tahun.
Massa aksi menilai, kepemimpinan Lindra-Riyadi gagal dalam menangani sejumlah permasalahan yang ada di masyarakat. Beberapa problem yang dimaksud mereka adalah kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
BACA JUGA:
- 5 Kloter Jemaah Haji Tuban Tiba Besok, Berikut Jadwal dan Aturan Penjemputannya
- BMKG Tuban Peringatkan Gelombang Laut Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada
- Digugat ke Pengadilan, BNI Cabang Tuban Diduga Alihkan Sertifikat Jaminan Tanpa Persetujuan Pemilik
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
"Hari ini kami mengevaluasi kinerja bupati selama setahun. Karena masih banyak permasalahan yang belum tuntas. Salah satunya terkait jembatan Glendeng yang tidak jelas statusnya," kata Ketua Umum PC PMII Tuban, Khoirukum Mimmu’aini, saat berorasi.
Menurut dia, jalanan di Tuban masih banyak yang rusak dan tak kunjung diperbaiki, tagline mbangun deso notho kutho hanyalah slogan atau janji manis saat kampanye yang hingga kini tak kunjung terealisasi. Apalagi masalah perekonomian dan juga pendidikan, banyaknya industrialisasi yang ada di Tuban tidak berbanding lurus dengan penyerapan lapangan pekerjaan.
"Kinerja pemerintahan harus segera dioptimalisasi agar target pembangunan manusia maupun fisik bisa dilampaui," ujarnya.
Ia menyebut, edukasi mengenai kesehatan juga belum maksimal, sehingga perilaku hidup sehat di masyarakat masih minim. Kemudian, keberadaan petugas kesehatan khusus lansia yang belum menyeluruh ke pelosok desa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




