Camat Gresik Agung Endro HS Utomo memberikan sambutan dalam workshop dan konsolidasi penguatan kelembagaan MUI. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.com
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kecamatan Gresik menggelar workshop dan konsolidasi penguatan kelembagaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Pendopo Kantor Kecamatan Gresik, Sabtu (25/6/2022).
Kegiatan itu menghadirkan Ketua MUI Kecamatan Gresik KH Khoirul Anam Rissah, Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Mansoer Shodiq, dan Pemateri Abdul Choliq.
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
Camat Gresik, Agung Endro HS Utomo, menyatakan konsolidasi itu dilatar belakangi viralnya kasus ritual pernikahan manusia dengan kambing di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng. Kejadian tersebut diharapkan tidak terulang di wilayah lain seperti Kecamatan Gresik.
"Karena itu, Kecamatan Gresik dan forkopimcam bersama MUI terus melalukan langkah agar kejadian itu tak terulang," ucap Agung Endro.
Menurutnya, fenomena pernikahan manusia dengan kambing merupakan pertanda atau sinyal bagi masyarakat Gresik agar selalu waspada. Kerena itu, Agung ingin merapatkan barisan, intens berkordinasi, komunikasi, bersinergi, serta kolaborasi dengan ulama dan umaro, muspika, dan semua stakeholder untuk kemaslahatan umat.
Agung berharap melalui workshop dan konsolidasi tersebut, hubungan Kecamatan Gresik dan masyarakat dengan MUI makin kuat.
"Sehingga, pemahaan agama masyarakat makin kuat, sehingga masyarakat tak mudah melakukan tindakan yang dinilai bertentangan dengan syariat, norma, dan budaya, seperti tindakan penistaan agama," pungkas Agung. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




