Dituding Terima 'Sogokan' Karena Tangguhkan Penahanan Tersangka Penista Agama, Polres Gelar Audiensi

Dituding Terima Polres Gresik saat menggelar audiensi dengan elemen masyarakat soal penangguhan penahanan 4 tersangka dugaan penistaan agama. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Polres menggelar audiensi dengan sejumlah elemen masyarakat di ruang command center mapolres setempat, Selasa (20/9/2022).

Audiensi itu menindaklanjuti banyaknya pertanyaan masyarakat terkait kelanjutan kasus , berupa di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng.

Sebab, saat ini Polres menangguhkan penahanan terhadap 4 tersangka dalam kasus tersebut. Salah satunya, Anggota Fraksi Nasdem DPRD Nur Hudi Didin Ariyanto.

"Dalam pertemuan ini, kami menjelaskan perkembangan penyidikan kasus . Kami sampaikan bahwa saat ini sedang melengkapi petunjuk jaksa untuk melengkapi berkas perkara," ucap Kasatreskrim Polres , Iptu Wahyu Rizki Saputro dalam audiensi yang dihadiri LSM, pengurus ormas, dan para pelapor.

Dalam kesempatan itu, kasatreskrim juga membantah adanya isu uang pelicin dalam penangangan kasus tersebut. Khususnya terkait penangguhan penahanan para tersangka. Menurutnya, penahanan tersangka ditangguhkan karena secara administrasi sudah terpenuhi.

"Kami memastikan, bahwa isu yang beredar ada uang pelicin itu tidak benar. Kami pastikan, tidak ada sedikit pun uang pelicin dalam penanganan kasus ini. Juga tidak ada intervensi dari mana pun. Kami masih sesuai jalur hukum. Kami diawasi oleh pengawasan internal dan eksternal. Termasuk kegiatan ini, juga sebagai upaya untuk pengawasan dari internal dan eksternal," terangnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengawasi secara ketat perkembangan kasus dugaan . "Sehingga bisa segera selesai dengan cepat," jelasnya.

Wahyu menyatakan pemberkasan kasus itu sudah selesai, sehingga polres akan segera melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri .

Simak berita selengkapnya ...

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':