Wakil Ketua TP PKK Jember, Evita Afdilah Sari.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - TP PKK Jember tengah berupaya dalam mencegah stunting di wilayahnya. Wakil Ketua TP PKK Jember, Evita Afdilah Sari, menyatakan bakal turun ke desa untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait hal tersebut.
"Bagaimana penanganan terhadap stunting, dan bagaimana pendampingan kepada ibu hamil, juga administrasi akan kita nilai semua," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (12/11/2022).
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
TP PKK Jember, kata Evita, bersinggungan langsung dengan keluarga dan bertanggung jawab seputar stunting serta ibu hamil. Oleh karena itu, antisipasi harus dilakukan.
"Pencegahan stunting sejak dini dapat dilakukan dengan pendampingan saat hamil, melahirkan, hingga seribu hari pertama kehidupan bayi," tuturnya.
Dalam rangka bersiap menghadapi inflasi atas kebutuhan pangan, pihaknya juga mendorong program rumah sehat yang memiliki beragam tanaman hidroponik dan relatif mudah untuk dirawat dengan lahan terbatas. Dengan demikian, hal itu sebagai solusi konkret untuk pemenuhan gizi di setiap keluarga.
"Sehingga dapat menghadapi inflasi tahun 2023, kita bisa memiliki ketahanan pangan," pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyebut stunting mempengaruhi perekonomian daerah. Menurut dia, hal itu merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan oleh angka kemiskinan.
"Stunting kita (Jember) ada 14 persen, sekarang ini sudah turun mejadi 7 persen. Meski turun, tapi kan masih ada. Kalau ekonominya bagus, tentu masalah stunting bisa ditekan," kata Hendy. (yud/bil/sis).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




