Pohon jenis ficus yang sudah disiapkan untuk ditanam di Buffer zone CA Manggis Alas Simpenan. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Para relawan yang tergabung dalam ARPL Kediri bakal melakukan revitalisasi tahap III Buffer Zone Cagar Alam Manggis atau dikenal dengan nama Alas Simpenan di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Minggu (4/12/2022).
Bentuk revitalisasi tersebut adalah dengan melakukan penanaman pohon terutama jenis ficus di lahan milik Perhutani yang sudah dijadikan cagar alam itu. Selain melakukan penanaman pohon, para relawan juga akan menyulami pohon yang sebelumnya sudah ditanam, namun mati di lahan yang juga menjadi Pusat Ficus Nasional.
BACA JUGA:
- Upah Rp70-90 Ribu, Penambang Pasir Brantas Kediri Tetap Bertahan
- Wali Kota Kediri Dorong Guru TK Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan di Era Digital
- Wali Kota Kediri Tekankan Stabilitas Daerah Demi Kelancaran Pembangunan
- Di Pertemuan Rutin Himasal dan Lim, Gus Qowim: Ulama dan Umara Harus Sinergi dengan Masyarakat
Koordinator ARPL Kediri, Ari Purnomo Adi, mengatakan bahwa revitalisasi buffer zone CA Manggis atau Alas Simpenan ini, sebelumnya sudah pernah dilakukan yaitu pada tahun 2020 lalu.
Selama kurun waktu tersebut, para relawan juga sudah melakukan penanaman lagi dan menyulami pohon yang mati serta selalu mengecek pohon yang sudah ditanam, guna memastikan pohon tersebut bisa hidup.
"Untuk revitalisasi tahan ke 3 ini, kami sudah menyiapkan ratusan pohon terutama jenis ficus ukuran 2-3 meter, untuk ditanam di Cagar Alam Alas Simpenan ini," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2022).
Guna mensukseskan agenda itu, Ari mengajak para relawan pecinta lingkungan untuk bergabung dalam aksi penanaman pohon di Cagar Alam Manggis Alas Simpenan. Buffer zone CA Manggis atau dikenal sebagai Alas Simpenan adalah wanawisata yang merupakan kawasan hutan lindung.
Lokasinya terletak di lereng Gunung Kelud, tepatnya di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Di cagar alam Alas Simpenan ini, tidak hanya terdapat tanaman yang dilindungi namun juga terdapat kumpulan monyet yang hidup bebas di hutan seluas sekitar 12 hektar. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




