Pengamanan di Pos penjagaan pintu masuk Polda Jawa Timur
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pasca terjadinya bom bunuh diri yang terjadi di halaman polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (7/12/2022) pagi, Polda Jawa Timur menyikapi langkah antisipasi dengan meningkatkan sistem keamanan.
Meskipun sebelumnya Polda Jatim sudah melaksanakan sistem pengamanan dengan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang keluar masuk, kali ini, para petugas jaga lebih dioptimalkan.
BACA JUGA:
- Terungkap! Diduga Gelapkan Uang Pinjol Jadi Motif Penusukan Satpam di Graha DST Surabaya
- Ngaku Tak Tahan Nafsu, Pria di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandung yang Berusia 17 Tahun Sejak 2025
- Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Scamming dan Penyekapan Internasional, 44 WNA Ditangkap
- Geger Temuan Kerangka di Sememi, Tim Inafis Polrestabes Surabaya Lakukan Identifikasi
Hal ini, seperti yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto saat diwawancarai awak media di Balai Wartawan Bidhumas Polda Jatim, Rabu (7/12/2022).
"Sistem pengamanan mako dengan melakukan pemeriksaan setiap orang yang masuk ke Mapolda Jatim sudah dilakukan sebelumnya," katanya.
Namun, kata Dirmanto, mulai hari ini lebih diperketat, hal ini sesuai dengan arahan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Hermanto.
"Hal ini juga menjadi atensi arahan Bapak Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Toni Harmanto agar semua Kantor Polisi Polda Jatim dan jajaran Polda Jatim meningkatkan sistem Pengamanan," jelasnya.
Menurutnya, langkah ini, tidak hanya dilakukan di Polda Jawa Timur, namun juga dilakukan di Polrestabes, Polresta dan Polres di seluruh Jawa Timur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




