Gubernur Khofifah saat melaunching program 1.000 Santri OPOP Digipreneur di Dyandra Convention Center, Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah melaunching program 1.000 Santri One Pesantren One Product (OPOP) Digipreneur di Dyandra Convention Center, Surabaya.
Agenda tersebut menjadi implementasi komitmen orang nomor satu di Jawa Timur ini dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam hal pengembangan entrepreneurship di lingkungan pesantren.
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- Pengendara Motor di Surabaya Meninggal Dunia Usai Adu Banteng dengan Mobil Grand Max
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
"Lewat peluncuran 1.000 Santri OPOP Digipreneur ini, kita ingin mencetak generasi santri mandiri yang mampu menjawab tantangan di masa depan, khususnya era ekonomi digital," kata Khofifah melalui rilis yang diterima BANGSAONLINE.com, Senin (26/12/22).
"Karena program ini akan mengawinkan potensi santri dengan potensi kewirausahaan. Bahkan bukan hanya santrinya saja yang nantinya akan mendapatkan multiplier effect tapi juga pesantrennya dan lingkungan di sekitar pesantren," imbuhnya.

Ia menegaskan, program OPOP Digipreneur yang diberikan pada santri di Jawa Timur akan menyiapkan mereka untuk akrab dengan media digital khususnya internet. Sebab, teknologi menjadi hal yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini.
Ini semakin kuat dengan prediksi Jack Ma, founder Alibaba, yang menyebutkan bahwa di tahun 2030 mendatang pelaku UMKM dunia 99 persen akan bergerak akan dunia online. Dan dari jumlah itu, 85 persennya akan melakukan kegiatan jual beli nya lewat e-commerce.






