Banjir melanda salah satu kawasan di Pamekasan. Foto kanan, salah satu titik longsor.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Mengawali tahun 2023, Kabupaten Pamekasan disambut dengan 30 kejadian bencana alam, Minggu (1/1/2023).
Amin Jabir, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, mengatakan puluhan bencana alam itu terjadi akibat dampak dari cuaca ekstrem.
BACA JUGA:
- Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Pasean, Bupati Pamekasan Sebut Masih Cari Lahan Relokasi
- Pemkab Pamekasan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Palengaan
- Atasi Banjir di Madura, Anggota DPRD Jatim Dorong Pemprov-Pemda Susun Penanganan Jangka Panjang
- Tinjau Sungai Penyebab Banjir di Pamekasan, Wagub Jatim Minta Warga Jangan Buang Sampah Sembarangan
"Cuaca ekstrem di hari ini telah menimbulkan kurang lebih 30 kejadian bencana," jelas Amin Jabir, Minggu (1/1/2023) sore.
Ia merinci, 30 bencana alam itu terdiri dari banjir 10 kejadian, tanah longsor 13 kejadian, dan angin kencang 7 kejadian.
Bencana alam itu hampir tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan.
"Dari 30 kejadian (bencana alam) yang terjadi hari ini, kita bersama TNI-Polri dan penanggulangan bencana, serta para relawan, juga semua unsur, segera turun ke lokasi melakukan pertolongan," paparnya.
Jabir menjelaskan, banjir di Pamekasan, khususnya di kawasan kota, merupakan siklus tahunan tiap pergantian tahun. Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada.
"Kami imbau kepada masyarakat di perkotaan, khususnya di tiga jalur sungai hulu kita, untuk meningkatkan kewaspadaannya karena bisa jadi ketinggian air terus meningkat," pesannya. (dim/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




