Kholilurrahman, Bupati Pamekasan saat menemui korban longsor di Pasean
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Bupati Pamekasan Kholilurrahman bersama Wakil Bupati Sukriyanto mendatangi korban bencana longsor di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Rabu (21/1/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati menyebut, relokasi warga terdampak hampir bisa direalisasikan. Namun, pihaknya masih mencari lahan yang tepat untuk lokasi pemukiman baru.
“Konsen kita adalah bagaimana merelokasi para korban bencana. Sudah hampir dipastikan relokasi, namun untuk lahan relokasi kita cari dulu,” ujar Kholilurrahman.
Ia mengungkapkan, longsor di wilayah itu sudah terjadi hingga empat kali. Bahkan, pada kejadian sebelumnya warga telah diimbau untuk pindah.
“Ini sudah longsor keempat kalinya. Longsor sebelumnya sudah kami imbau untuk pindah, mungkin karena ingin tetap berkumpul dengan keluarga di tanah kelahiran,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya pemantauan wilayah rawan longsor agar penanganan bisa dilakukan lebih dini.
“Ke depan seharusnya dilakukan pemantauan. Kalau terjadi longsoran meskipun kecil, segera dilaporkan, sehingga kita bisa menyiapkan penanggulangan sejak dini,” ucapnya.
Terkait pembangunan rumah warga terdampak, Pemkab Pamekasan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami sudah koordinasi dengan Jawa Timur untuk membantu pembangunan rumah. Karena membangun semua rumah ini membutuhkan dana besar, oleh karena itu kami berkoordinasi dengan Jawa Timur,” ujarnya.
Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan lepas tangan dalam membantu korban.
“Pemerintah Pamekasan tidak akan lepas tangan. Pasti akan dianggarkan untuk membantu korban bencana,” kata Bupati Kholilurahman.
Ia juga berharap adanya uluran tangan dari masyarakat maupun pengusaha untuk membantu korban longsor.
“Apabila ada uluran tangan masyarakat atau pengusaha, saya berharap hal itu, meski bencana tidak sebesar Aceh atau Sumatra,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sana Daya, Uswatun Hasanah menyampaikan bahwa para korban telah menerima bantuan awal dari pemerintah daerah.
“Alhamdulillah ada bantuan dari bupati dan wakil bupati berupa logistik dan uang tunai,” cetusnya.
Terkait lokasi relokasi, ia mengakui masih ada kendala karena tanah kas Desa Sana Daya justru berada di wilayah Desa Sana Laok.
“Untuk lokasi relokasi kendalanya adalah tanah kas Desa Sana Daya itu terletak di Desa Sana Laok,” ujarnya.
Menurut dia, penentuan lokasi relokasi masih dalam tahap komunikasi.
“Masih tahap komunikasi untuk lokasi. Siapa tahu juga ada sanak family yang menghibahkan tanahnya untuk korban bencana,” ungkap Uswatun. (bel/dim/van)






