Jumat Curhat, Kapolres Ngawi Imbau Masyarakat Tak Mudah Percaya dengan Orang Asing dari Sosial Media

Jumat Curhat, Kapolres Ngawi Imbau Masyarakat Tak Mudah Percaya dengan Orang Asing dari Sosial Media Kapolres Ngawi saat memimpin acara Jumat curhat di terminal Kertonegoro, Ngawi, Jumat (17/2/2023).

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Polres Ngawi menggelar agenda rutin Jumat Curhat, yang menampung dan memberikan solusi bagi permasalahan yang telah dialami oleh masyarakat.

Kali ini, acara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi tersebut, digelar di terminal bus Kertonegoro Ngawi, Jumat (17/2/2023).

Dengan adanya kegiatan Jumat Curhat itu, jajaran Polres Ngawi dapat menjemput permasalahan yang telah dialami para sopir, pedagang sekitar terminal, para penumpang bus, dan para pegawai terminal.

"Monggo bapak ibu, silakan mencurahkan isi hatinya di sini. Permasalahan yang dihadapi terkait keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat," jelas Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera saat memimpin kegiatan Jumat Curhat.

Dalam Jumat Curhat tersebut, Kapolres Ngawi itu, nampak mendengarkan persoalan yang terjadi di masyarakat.

"Kami mendengarkan permasalahan atau curahan masyarakat dan kalau bisa kami berikan solusi. Bila permasalahan yang diutarakan di luar kewenangan kepolisian, akan kami sampaikan kepada pihak yang berwenang, entah itu Pemkab, DPRD, Kejaksaan, Pengadilan, dan instansi lainnya yang ada di Ngawi,” tuturnya.

Yang menariknya dalam Jumat Curhat tersebut, ada salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Ridwan (40), terkait adanya kriminalitas yang ada di sosial media (medsos). Sebab, ia pernah mengalami penipuan melalui medsos.

"Saya pernah mengalami pak, ada yang menghubungi bahwa dapat hadiah dan minta ditransfer sejumlah uang. Bagaimana caranya tahu itu bukan penipuan?" tanya Ridwan pada Kapolres Ngawi.

Alumni Akpol 2022 ini, langsung menanggapi pertanyan tersebut, dan juga memberikan solusi terhadap Ridwan.

"Cara mencegahnya adalah jangan langsung percaya dan cepat-cepat transfer. Coba gunakan metode psikologi seperti STAR (Stop Thinking Analisa Respon) yakni jangan langsung merespon bila ada telepon masuk meminta uang," tegas Kapolres Ngawi.

Sebab, menurutnya, sudah banyak kejahatan melalui sosmed yang berhasil diungkap, seperti penipuan. Ia pun mengatakan, dalam pencegahan hal tersebut, menyarankan agar tidak mudah percaya.

"Kenapa masih banyak? Karena pelakunya juga banyak. Salah satu cara Polisi mencegah adalah dengan memberikan imbauan juga pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat melalui penyuluhan secara langsung juga mengingatkan melalui akun media sosial Polres Ngawi. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati dan jangan mudah percaya," pesannya. (nal/sis)