Peserta saat mengikuti pelatihan konten kreator yang digelar Disnaker Kabupaten Kediri. Foto: Ist.
Pelatihan yang digelar yakni, pelatihan las, otomotif sepeda motor, tata udara dan pendinginan, desain grafis, digital marketing, konten kreator, tata boga, menjahit dan tata busana, tata rias rambut, tata rias wajah atau facial, pijat tradisional, pijat bayi, dan spa.
Kemudian, pelatihan barista, teknik batik tulis, teknik ukir, teknik anyaman, produk komunal UMKM, pengelolaan dan pengemasan bawang, driver DAMRI, pelatihan untuk karang taruna, serta pendidikan dan pelatihan ground banding.
"Mereka yang mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat, baik sertifikat dari LPK maupun BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)," bebernya.
Dari 21 jenis pelatihan tersebut, pada akhir Maret 2023 ini telah dimulai untuk angkatan pertama pelatihan konten kreator, digital marketing, tata rias rambut, pijat bayi dan spa dengan keseluruhan peserta 80 orang.
Melalui program pelatihan kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM calon tenaga kerja serta mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kediri.
"Pelatihan diberikan sampai peserta terampil, sehingga lama pelaksanaan pelatihan antara satu dengan lainnya tidak sama," pungkasnya.
Kegiatan pelatihan yang diadakan Disnaker Kabupaten Kediri tersebut disambut antusias warga. Alfi, salah satu peserta pelatihan konten kreator mengaku kegiatan pelatihan yang diikuti sangat bermanfaat di era digital saat ini.
"Kebetulan sebelumnya pernah bekerja admin sosial media, saya ingin menambah skill di pelatihan ini," ucapnya.
Perempuan asal Desa Joho, Kecamatan Wates tersebut berencana melalui ilmu yang didapat, nantinya akan digunakan untuk mencoba mencari pekerjaan di bidang konten kreator. (adv/pkp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




