Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono. (foto: suwandi/BANGSAONLINE)
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Meskipun belum terjadi bencana kekeringan, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban mengaku sudah memetakan Kecamatan mana yang nantinya menjadi rawan bencana kekeringan.
Menurut data dari BPBD Tuban, Kecamatan yang paling rawan terdampak bencana kekeringan saat musim kemarau di antaranya, Kecamatan Parengan, Semanding, Gerabagan, Rengel, Soko, Kerek, Montong dan Senori.
BACA JUGA:
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
- Pemkab Tuban Salurkan 42 Hewan Kurban, Dibagikan ke Kecamatan hingga Ormas
- Buka Ruang Kritik Lewat FKP, Satpol PP dan Damkar Tuban Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
“Delapan kecamatan itu tidak semua desa mengalami kekeringan, ada pula yang tidak mengalami kekeringan. Tetapi yang menjadi langganan bencana kekeringan ya di 8 daerah tersebut,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Kamis (18/6).
Menurut Joko, meski saat ini belum terjadi bencana, namun berbagai upaya penanganan seperti koordinasi dengan camat, SKPD dan masyarakat terdampak sudah dilakukannya. BPBD juga sudah menyiapkan anggran sebesar Rp 75 juta dari APBD.
“Bila dana tersebut masih kurang, maka nantinya juga akan mendapatkan dana dari provinsi, saat ini sudah ada koordinasi dengan provinsi,” terang mantan Camat Gerabagan ini
Lanjut Joko menyampaikan, berdasarkan hasil temuan BMKG, musim kemarau diprediksi akan berlangsung sampai November 2015 karena akibat dampak lino moderat. Sehingga, kemungkinan besar kecamatan yang terkena kekeringan tetap ada. Namun, segala persiapan untuk menangani bencana kekeringan itu sudah dilakukan, baik mulai dana, personil maupun yang lainnya.
“Semuanya sudah ready, jika nanti ada laporan dari kecamatan, kita langsung bergerak,” tambahnya. (wan/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




