KH Ahmad Ishomuddin
Ia hanya mengatakan AHWA itu untuk menghindari kiai diadu dengan kiai. Tapi ketika BANGSAONLINE.com menginformasikan bahwa pada Muktamar NU di Bandung KH Wahab Hasbullah pernah kalah suara dengan KH Bisri Syansuri dalam pemilihan langsung Rais Am dan saat itu tak ada penilaian kiai diadu dengan kiai, Kiai Ishomuddin tak komentar.
Sekedar informasi, ketika Muktamar NU di Bandung Kiai Wahab Hasbullah kalah suara dengan KH Bisri Syansuri dalam pemilihan Rais Am. Kiai Wahab Hasbullah pun legawa. Namun Kiai Bisri Syansuri menolak jadi Rais Am karena sikap tawaddlu. Saat itu tak ada opini dan penilaian kiai kok diadu dengan kiai. Padahal yang berkompetisi adalah dua kiai besar dan kharismatik yang sangat disegani di NU.
Saat itu juga tak ada wacana AHWA meski terjadi pemilihan yang mengakibatkan Kiai Wahab Hasbullah kalah. Bahkan dari Muktamar ke Muktamar NU sistem pemlihan Rais Am dan Ketua Umum PBNU secara langsung terus diberlakukan oleh para kiai NU.
Ketika Kiai Ishomuddin ditanya apakah produk Munas soal AHWA itu nanti bisa berubah dalam Muktamar NU, mengingat 27 dari 33 PWNU seluruh Indonesia menolak AHWA, ia tak mau menjawab. ”Lihat perkembangan. Saya no comment,” elaknya.
Menurut AD/ART, Munas adalah forum tertinggi setelah Muktamar yang hanya membahas masalah keagamaan dan kebangsaan. Artinya forum tertinggi adalah Muktamar. Maka, jika para muktamirin (PWNU dan PCNU) menolak AHWA, semua produk termasuk produk Munas tak berlaku. (tim)
Baca juga: 40 PCNU dari 44 PCNU se-Jawa Timur Menolak AHWA dalam Musker PWNU Jatim
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




