Ilustrasi sepasang kekasih (pixabay)
Dalam hal ini 16 persen responden Amerika merasa bahagia dengan hubungannya karena menggunakan panggilan hewan ke pasangannya.
Sedangkan di Eropa, sebanyak 9 persen merasa puas pada hubungan asmaranya dengan menggunakan nama hewan untuk memanggil pasangannya.
“Pasangan yang berbicara dengan cara ini berarti telah teringat kembali pada pengalaman mereka sendiri ketika mereka masih bayi dan pada cinta pertama mereka, yaitu ibu mereka," ungkap Dean Falk, seorang profesor Neuroantropologi di Florida State University.
Memanggil nama pasangan dengan nama hewan juga menunjukkan kedekatan emosional yang tinggi dalam sebuah hubungan.
Ternyata penelitian soal memanggil pasangan dengan nama hewan juga sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Journal of Social and Personal Relationships pada 1993 menyebut penelitian 154 pasangan menemukan pasangan suami-istri merasa lebih puas dengan hubungannya saat memanggil pasangan dengan nama hewan.
Namun hal sebaliknya, panggilan 'papi' lebih tidak disukai. Panggilan tersebut memperoleh polling 73 persen yang dibenci pasangan saat di ranjang.
Panggilan selanjutnya yang kurang disukai yakni 'daddy' sebanyak 72 persen, sweet cheeks’ 66 persen, dan ‘muffin’ 61 persen. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




