Ilustrasi.
"Saya ulangi dan saya tegaskan kalau saya tidak pernah menggelapkan saldo PKH milik KPM D," imbuhnya.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Gunung Eleh, Rofi Ukhrowi, meluruskan titik permasalahan yang dilaporkan ke Polres Sampang belum jelas. Pasalnya, data penerima bantuan PKH di Desanya tidak ada namanya KPM inisal (D).
"Kami sudah mengacak data penerima PKH dan nama KPM D tidak ada, makanya saya katakan kalau masalah ini belum jelas," ungkapnya.
Selain itu, di Desa Gunung Eleh mesin ATM atau Agen BRIlink tidak hanya di toko (Y) saja melainkan ada tiga lainnya. Ia berharap KPM yang mengadu pada LSM atau LBH tidak mempunyai niat buruk untuk menjelekan nama orang.
"Benar apa yang dikatakan (Y) itu kalau semua bantuan ada bagian masing-masing, yang berkaitan dengan BPNT saya juga ikut mengawasi tapi kalau PKH sudah ada pendampingnya," jelasnnya.
Menurut dia, D itu pernah mengurus mencairkan bantuan milik keluarganya ke toko (E-warung) karena penerima tidak bisa hadir namun oleh petugas BRI tidak diberikan karena penerima tidak bisa hadir tanpa alasan.
"Setelah ditelurusi ternyata keluarganya D itu sudah meninggal dan bantuannya masih ada di BRI," pungkasnya. (tam/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




