PWNU NTT Minta Kiai Miftahul Akhyar Tak Sebarkan Informasi Keliru

PWNU NTT Minta Kiai Miftahul Akhyar Tak Sebarkan Informasi Keliru KH Miftahul Akhyar

Kiai Miftah bukan kali ini saja mengklaim PWNU dan PCNU menerima AHWA. Pasca pertemuan Ploso Kediri dan Sidogiri Pasuruan Kiai Miftah selalu menyatakan semua PCNU di Jawa Timur menerima AHWA.

Dalam wawancara dengan BANGSAONLINE,com, Kiai Miftah menyatakan bahwa PCNU yang diberitakan media massa menolak AHWA sudah didatangi dan akhirnya menerima AHWA setelah diberi penjelasan. 

Tapi dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur pada 12 Juni 2015 ternyata 40 PCNU dari 44 PCNU se-Jawa Timur secara tegas menolak AHWA.

(Baca juga: 40 PCNU dari 44 PCNU se-Jawa Timur Menolak AHWA dalam Musker PWNU Jatim)

Kiai Abdul Kadir Makarim juga mengomentari pernyataan Kiai Miftah yang menyebut budaya sami’na wa’atho’na mulai terkikis dari NU.

”Bukan sami’na waatho’na yang terkikis dari NU tapi karena ada segelintir tokoh-tokoh di NU sudah jadi penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak dan tidak demokratis lagi. NU sudah dibawa ke ranah politik yang mengakibatkan NU kehilangan marwahnya,” katanya.

Menurut dia, kini NU perlu tokoh panutan yang bisa mengembalikan NU ke rel yang sebenarnya. ”Tanpa ambisi pribadi dan tanpa membawa kepentingan-kepentingan sesaat dengan menjadi NU sebagai kuda tunggangan,” katanya. (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO