Salah satu napiter mencium bendera merah putih sebagai bentuk setia kepada NKRI.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Program deradikalisasi bagi warga binaan terorisme di Kanwil Kemenkumham Jatim, kembali membuahkan hasil.
Dua narapidana kasus terorisme (Napiter) di Lapas I Madiun, berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kamis (10/8/2023).
BACA JUGA:
- 11 UPT Jatim Borong Penghargaan di Refleksi Akhir Tahun 2024 Kementerian Hukum dan HAM
- Wamenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Serukan Kolaborasi untuk Membangun Negeri
- Imigrasi Malang Raih Penghargaan WBBM dari Kemenpan RB
- Peserta Seleksi CPNS Kemenkumham Jatim Tunjukkan Bakat dan Keterampilan saat Tes WPFK
Dua napiter tersebut, ialah Syahrullah Nur dan Fahrurozi. Syahrullah sebelumnya divonis terbukti terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sedangkan, Fahrurozi diduga keras melakukan tindak pidana terorisme karena terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI).
Keduanya dipindah ke Lapas I Madiun, dari Rutan Cikeas dan Rutan Polda Metro Jaya, sejak Maret 2023 lalu.
Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Teguh Wibowo menegaskan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan pembinaan kepada narapidana yang dilakukan oleh Lapas Kelas I Madiun.
Dengan adanya ikrar setia kepada NKRI ini, warga binaannya siap menjaga NKRI dan Pancasila dengan menghargai perbedaan yang ada.
"Dan yang paling penting memahami bahwa Pancasila bukan hanya berkedudukan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia tetapi juga sebagai Ideologi Nasional, Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, dan Pemersatu Bangsa," ujar Teguh.
Teguh berharap, warga binaan tersebut, agar terus berbuat baik. Termasuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, serta aktif dalam mengikuti semua kegiatan pembinaan.
"Dan tetap semangat dalam menjalani sisa pidana di dalam lapas, karena dengan ikrar, bisa jadi penggugur syarat mendapatkan hak-hak bersyarat seperti remisi hingga pembebasan bersyarat," ucapnya.

Selain itu, ia juga berpesan, agar keduanya bersikap dan bertingkah laku sebagai insan hambah Tuhan yang beriman dan bertaqwa. Sehingga, dapat mengimplementasikan cipta, rasa, karsa secara tepat, serta dapat bersikap adil dan menjunjung toleransi beragama di masyarakat.
"Selama tahun 2023, sudah sepuluh napiter yang melaksanakan ikrar dan janji setia kepada NKRI, sehingga saat ini ada 17 napiter yang sudah NKRI dari total keseluruhan 21 napiter di Jatim," harapnya.
Sementara itu, Kalapas I Madiun, Kadek Anton Budiharta mengapresiasi jajaran yang terlibat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




