Aksi protes mahasiswa unira saat tidak ditemui pihak rektorat. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (Unira) Pamekasan menggelar demo selama 4 hari 4 malam di kampus yang memiliki jargon pilihan bijak masa depan.
Aksi ini didukung BEM Fakultas hukum, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Pertanian. Bahkan, para mahasiswa juga memblokade sejumlah pintu kampus dan gedung rektor.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
Mereka menilai, pihak kampus inkonsisten dalam surat keputusan (SK) tentang PKKMB atau (pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru). Perubahan tersebut tanpa berkordinasi dengan kepenitian yang dibentuk secara menyeluruh.
"Sejauh ini dari rektor belum memberikan alasan. Bahkan, aksi ini belum ditemui meski aksi berturut-turut digelar," kata Presma Unira, Mahrus, Minggu, (3/9/2023).
"Permintaan mahasiswa hanya pertanggungjawaban rektor saja, bukan malah memilih bungkam tanpa ada solusi kepada mahasiswa," imbuhnya.
Pihaknya mengancam akan terus-menerus menggelar demo di kampus, sebagaimana kesepakatan bersama sampai problematika yang diciptakan rektor menemukan jawaban konkret.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




