IKHAC Bertransformasi Jadi Universitas, Wisuda ke-4 Dihadiri Bintang-Bintang Al Azhar Mesir

IKHAC Bertransformasi Jadi Universitas, Wisuda ke-4 Dihadiri Bintang-Bintang Al Azhar Mesir Syaikh Prof. Dr. dr Yusri Rosdi Sayyid Jabr saat menyampaikan orasi ilmiah pada dalam acara wisuda ke-4 sarjana dan pascasarjana Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet, Kabupaten Mojokerto, Ahad (3/9/2023). Foto: m mas'ud adnan/bangsaonline

Sambutan Mahfud MD langsung mendapat tepuk tangan para wisudawan.

Selain Menko Polhukam Mahfud MD, banyak ulama dan tokoh nasional dan internasional hadir dalam acara wisuda yang digelar tiga sesi itu.

“Bintang-bintang Al Azhar datang semua,” kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.

Yang dimaksud bintang-bintang Al Azhar adalah para guru besar dari Unversitas Al Azhar Mesir. Antara lain: Syaikh Prof. Dr. dr Yusri Rosdi Sayyid Jabr, Syaikh Hisyam Kamil dan Syaikh Salahuddin As-Syami.

Yang disebut terakhir itu adalah pengarang (muallif) kitab Faidh al-Karim fi Tarjamah wa Asanid Syaikh al-Muhadditsin Ahmad Ma'bad 'Abd al-Karim.

Syaikh Shalahuddin disebut-sebut mempunyai sanad kitab Arbain Nawawi melalui jalur Fadhilatu Syaikh Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib yang merupakan Grand Syekh Al-Azhar.

“Syaikhul Azhar Ahmad Thayyib mengirimkan salam lewat Syaikh Salahuddin,” kata Kiai Asep. Syaikhul Azhar adalah pemimpin tertinggi di Mesir.

Syaikh Salahuddin bahkan sempat mengijazahkan kitab Arbain Nawawi kepada para santri Amanatul Ummah.

Menurut Dr Mauhibur Rokhman, para syaikh yang datang ke acara wisuda UAC memang para ulama terkemuka di Al Azhar Mesir. “Syaikh Yusri selain ahli agama juga ahli bedah terkemuka,” kata Gus Muhib, panggilan Rektor UAC itu saat memberikan sambutan.

Gus Muhib mengingatkan para wisudawan tentang punahnya madzhab dalam sejarah perkembangan Islam. Menurut dia, dulu banyak sekali mazhab yang diasosiasikan kepada karya dan ajaran ulama terkemuka. Tapi banyak sekali madzhab yang kemudian punah karena para pengikutnya tak lagi bangga dengan madzhab dari para ulama itu.

Karena itu, tegas Gus Muhib, kita harus bangga dan terus bersilaturahim dengan Kiai Asep yang telah merintis bahkan membiayai UAC.

Tokoh lain yang hadir adalah Dr KH As’ad Said Ali, mantan Wakil Kepala BIN yang juga mantan Wakil Ketua Umum PBNU. Dalam orasinya, Kiai As’ad minta para wisudawan meniru etos kerja Kiai Asep yang luar biasa.

“Dulu pada tahun 2010 saya ke sini (Pacet) masih berupa hutan. Sekarang sudah menjadi kota,” tegas alumnus UGM yang kerabat dekat KH Ahmad Sahal Mahfudz, Rais Aam Syuriah PBNU periode 2005 – 2014.

Menurut Kiai As’ad, Kiai Asep memiliki ilmu yang lengkap. Yaitu ilmu agama, ilmu umum dan ilmu dagang. “Kalau saya gak punya ilmu dagang,” kata Kiai As’ad.

Karena itu Kiai Asep kaya raya. “Kalau orang lain (organisasi lain) sudah cari dana. Kalau Pergunu mudah saja karena ada Kiai Asep,” kata Kiai As’ad. Kiai Asep memang ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).

Selain Kiai As’ad, Prof Agus Mulyana, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Dr Usep Abdul Matin, dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, juga memberikan orasi. Usep yang juga wakil ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) Pusat banyak membahas tentang peran KH Abdul Chalim, ayahanda Kiai Asep, dalam mendirikan NU dan kemerdekaan RI. (m mas’ud adnan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO