Bayi 5 Hari di Sumenep Meninggal Dunia Usai Dilakukan Pengambilan Darah dari Tumit

Bayi 5 Hari di Sumenep Meninggal Dunia Usai Dilakukan Pengambilan Darah dari Tumit Ilustrasi pengambilan darah.

Melihat kondisi bayi terus memburuk, merekomendasikan bayi tersebut di rujuk ke RSUD dr Mohammad Zis Sampang.

"Dalam perjalanan menuju Sampang itu kemudian meninggal dunia," kata Anwar.

Pihak keluarga, lanjut Anwar, menduga penyebab bayi itu demam dan sesak nafas karena adanya tindakan tak tepat dari Puskesmas Batang-Batang.

Anwar menganggap, bahwa pengambilan sampel darah dalam rangka Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dinilai cacat prosedur.

"Kalau tidak ada salah tindakan tidak mungkin setelah diambil sampel darahnya panas, terus nangis, kejang-kejang dan meninggal," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Batang-Batang Fatimatul Insaniyah menjelaskan pengambilan SHK sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 78/2014 tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa aturan tersebut sudah tertuang dalam tiga surat edaran yakni SE Nomor HK.02.02./II/3398/2022 Tanggal 13 Oktober 2022 tentang Kewajiban Pelaksanaan SHK di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Penyelenggara Pertolongan Persalinan, SE Nomor HK.02.02/III/3887/2022 Tanggal 7 Desember 2022 tentang Kewajiban Faskes Melakukan Pelaporan SHK Pada Bayi Baru Lahir.

Serta, SE Nomor HK.02.02/I/0055/2023 Tanggal 6 Januari 2023 tentang Kewajiban Pelaporan bagi RS Penyelenggara Pemeriksaan SHK.

"Bayi lahir normal dengan berat badan normal. Kami memang minta untuk kembali ke puskesmas karena harus dilakukan SHK dan kami sudah lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Fatimatul.

Fatimatul mengatakan, tindakan medis berupa SHK yang dilakukan mulai September 2023. Selama dua bulan terakhir, sudah banyak bayi dilakukan SHK dan tidak mengalami efek samping apapun.

Adanya kasus bayi meninggal, Fatimatul sudah mengonfirmasikan ke mengenai hasil diagnosis penyakit yang dialami bayi tersebut.

Hasilnya bayi tersebut memiliki gejala penyakit yang dapat berdampak pada kematian. (rif)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Pengangkut BBM Terbakar di Pelabuhan Gayam Sapudi Sumenep':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO