Gubernur Khofifah saat menerima kunjungan Kepala Divre Perhutani Jawa Timur, Asep Dedi Mulyadi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menerima kunjungan Kepala Divisi Regional (Divre) Perhutani Jawa Timur, Asep Dedi Mulyadi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (5/12/2023).
Dalam kegiatan ini, gubernur mengatakan bahwa jumlah KHDPK atau kawasan hutan dengan pengelolaan khusus setelah penetapan terbaru Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan (KLHK), menjadikan perhutanan sosial di Jawa Timur hingga September 2023 seluas 188.370,98 hektare (ha).
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Aparat Gabungan Amankan Belasan Kayu Hasil Pembalakan Liar di Hutan Jatirogo Tuban
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Luasan hutan sosial Jatim yang besar tersebut, lanjut Khofifah, berseiring dengan jumlah petani penggarap kawasan hutan sosial. Hingga September 2023, jumlah petani penggarap hutan sosial Jatim mencapai 129.627 Kepala Keluarga (KK), sedangkan Jateng 23.327 KK, Jabar 21.159, Banten 15.544 KK dan Yogyakarta 5.005 KK.

"Untuk itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan Perhutani untuk terus memaksimalkan potensi perhutanan khususnya perhutanan sosial di Jatim. Apalagi ada 380 kelompok petani hutan di Jawa Timur yang telah memperoleh akses legal pemanfatan hutan sosial dengan luas areal kelola seluas 188.370,98 hektare," urai Khofifah.
"Belum lagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang telah terbentuk sebanyak 765 unit," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




