M. Sugianto alias Mohak Ukir bersama asistennya, saat ikut pameran pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2023 di Pendopo Panjalu Jayati. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Siapa sangka dengan kekurangan yang dimiliki, M. Sugianto alias Mohak Ukir, warga Desa Peh Kulon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, bisa berkreasi membuat ukiran kaligrafi, papan nama, dan ukiran wayang dari kayu jati.
Yang sudah pernah membeli hasil kreatifnya juga tak tanggung-tanggung. Sekaliber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
BACA JUGA:
- BPJS Kesehatan Gandeng Kejari Kota Kediri Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha Peserta JKN
- Ada Car Free Night di Kota, Penumpang KA Diminta Antisipasi Perubahan Akses ke Stasiun Kediri
- Bupati Kediri Beri Bantuan Usaha ke Keluarga Pengasuh 3 Cucu
- Ponpes Al-Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, juga pernah pesan papan nama hasil ukiran pria yang karib disapa Mohak tersebut. Sampai sekarang, ukiran itu masih dipasang di meja kerjanya.
Sedangkan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, pernah bisa ukiran punokawan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.
Ditemui BANGSAONLINE.com, Mohak menceritakan awal mula dia bergelut dengan seni ukir kayu jati ini. Dengan keterbatasan fisiknya, dia pernah ikut kursus ukir di Solo sekitar 10 tahun yang lalu.
Kemudian, setelah bisa mengukir, Mohak lalu kerja di Solo di perusahaan ukir. Pada 2010 lalu, dia pulang kampung ke Kediri dan masih kerja di tempat orang.
Setelah itu, dia memutuskan untuk menetap dan tinggal di rumahnya sendiri di Desa Peh Kulon. Di rumahnya, Mohak tetapi berkarya dengan membuat ukiran sendiri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




