Para narasumber saat memaparkan arahannya.
“Masyarakat itu juga mempunyai latarbelakang yang berbeda, tentu pendekatan dan penyampaian yang humanis dapat diterima bagi keluarga yang resiko stunting. Kami sangat bangga kepada para petugas lini lapangan sebagai garda depan dalam upaya percepatan penurunan stunting," paparnya.
"Kita terus bekerja keras agar angka sunting turun, serta kualitas SDM berubah menjadi lebih baik, maka arahan dan pendampingan kepada para calon pengantin, supaya terhindar dari stunting. Silahkan lakukan pendampingan pada catin melalui Elsimil karena melalui aplikasi elsimil dapat mendeteksi resiko stunting dari calon pengantin,” kata Mobarok.
Sementara itu, Kepala OPDKB Kabupaten Wonogiri dan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Nasri Yatiningsih, selaku Ketua Pokja ADPIN Perwakilan BKKBN Jawa Tengah menerangkan, Penekanan dengan melakukan pencegahan menjadi prioritas dalam menghentikan terjadinya New Stunting.
Pentingnya mencegah stunting sejak dari hulu, sampai ke hilir, permasalahan stunting bukan soal asupan gizi yang tidak optimal saja. Namun ada pola pengasuhan yang salah sehingga stunting terjadi.
"Kita selalu bersinergi dengan semua pihak untuk menyukseskan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting," katanya. (ris/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




