Moh. Khozin, Pendiri RGS Indonesia.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pendiri Relawan Gerakan Sosial (RGS) Indonesia, Moh. Khozin, prihatin belum adanya figur lain di luar Bupati Fandi Akhmad Yani yang muncul menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gresik 2024.
Ia menilai kondisi seperti ini bisa terjadi karena Gresik tengah dalam kondisi krisis figur calon pemimpin.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Komitmen Perluas Perbaikan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan
- Buka Muscab Gerakan Pramuka, Bupati Gresik Harap Hasilkan Program Inovatif dan Kolaboratif
- Bupati Gresik Apresiasi Gelaran Biennale Jatim XI di Pudak Galeri
- Gus Yani Hadiri Inaugurasi Pengurus Baru GP Ansor, Dorong Sinergi Menuju Gresik Lebih Maju
"Saya sangat memahami jika ada masyarakat yang bertanya, apa tak ada figur-figur new comer (pendatang baru) yang siap maju berkontestasi untuk memperbaiki Kabupaten Gresik pada pilkada 2024," ucap Khozin kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (11/1/2024).
Menurut ia, ada sejumlah faktor yang menyebabkan belum adanya pesaing Fandi Akhmad Yani di Pilkada Gresik.
Antara lain, calon lain kurang dari sisi finansial, akseptabilitas (tingkat penerimaan) dari masyarakat rendah, dan kemauan tinggi/ambisi tapi tidak didukung oleh kemampuan yang cukup dalam segala hal, termasuk sarana dan prasarana.
"Hal ini yang saat ini menjadi analisa RGS Indonesia faktor-faktor yang mempengaruhi tren figur calon pemimpin Gresik menjadi rendah," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




