Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (18/1/2024). Foto: Kompas.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan, pihaknya tidak akan memberikan sanksi kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang meminta masyarakat untuk tidak memilih capres yang didukung oleh eks napi teroris, Abu Bakar Ba’asyir.
Ia menyebut hal tersebut, hanyalah ajakan Gus Ipul secara pribadi.
BACA JUGA:
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Teladan dari Ketua PCNU Kota Malang, Gus Is Serahkan Bisyarah Ceramah 5 Tahun untuk NU
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
- Gus Miftah Ingin Jadi Sekjen PBNU? Ini Respons Kiai dan Kader NU
"Wong pernyataan pribadi kok. Pernyataan pribadi silakan saja. Semua orang bisa membuat pernyataan pribadi, gitu," ujar Gus Yahya dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (18/1/2024).
Ia mengatakan, bahwa ada pengurus PBNU yang mau membuat pernyataan yang berbeda dengan Gus Ipul, juga dipersilahkan.
Selain itu, dirinya juga menekankan segala pernyataan pribadi diperbolehkan.
"Walaupun ya isinya mungkin mewakili aspirasi banyak warga NU. Tapi pribadi itu pribadi, lembaga (ya) lembaga. Makanya kita enggak mempersoalkan orang mau dukung ini, mendukung itu, silakan saja, tapi tidak melibatkan lembaga," ungkapnya.
Menurutnya, hal terpenting adalah pengurus PBNU tidak membuat pernyataan atas nama lembaga dan tidak membawa bendera NU.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




