Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam rangka peringatan International Stand Up to Bullying Day yang jatuh Jumat (23/2/2024), Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan bersama-sama mencegah perundungan atau bullying dari lingkungan terkecil sekalipun.
"Saya perlu untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial untuk mencegah perundungan pada anak. Di Indonesia, perundungan masih sering terjadi. Di sekolah, masih banyak ditemukan kasus bullying dan bahkan sampai berdampak fatal pada korban. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama," tegas Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Sebagai informasi, peringatan Hari Antiperundungan Internasional ini dilakukan dua kali dalam setahun. Yaitu di hari Jumat terakhir bulan Februari dan Jumat pekan ketiga di bulan November setiap tahunnya.
Khofifah menyampaikan, perundungan bisa dilakukan seorang atau beberapa orang. Maka dari itu, kepekaan dan kepedulian pada perundungan harus diedukasi pada anak dan lingkungan secara masif.
Khofifah mebeberkan beberapa langkah awal mencegah perundungan ialah dengan memahami jenis-jenis perundungan di sekolah mapun tempat tinggal.
"Setelah kita paham, ajarkan pada anak-anak jangan sampai melakukan perundungan. Jika ada yang dibully di sekitar kita, harus melakukan pencegahan atau melaporkan pada guru atau orang dewasa. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut, karena bisa merusak mental dan kesehatan anak," tegas Khofifah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




