Warga Kabupaten Madiun antre sembako murah pada kegiatan gerakan pangan murah (GPM) Jawa Timur yang digelar di Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Foto: Antara
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun distribusikan beras stabilisasi dan pasokan harga pangan (SPHP) sebanyak 4 ton.
Beras tersebut, guna mendukung gerakan pangan murah (GPM) yang digelar bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Jelang Ramadan 2026, Bulog Bondowoso Gelar Operasi Pasar dan Perpanjangan Penugasan Beras SPHP
- Fokus Cegah Korupsi dan Konflik Kepentingan, Pemkab Madiun Gelar Seminar PBJ Berintegritas
- Bapanas Pastikan Program SPHP Beras Berlanjut hingga Bulan ini
- Jelang Natal 2025, Bupati Madiun Tinjau Gereja dan Pos Pengamanan
Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Madiun, Cahyo Kumolo mengatakan, beras tersebut disediakan untuk bisa dibeli warga dengan harga Rp10.200 per kilogram dalam kemasan 5 kilogram seharga Rp51.000.
"Selama Ramadhan, DKPP Kabupaten Madiun melakukan GPM tiga kali di sejumlah lokasi untuk menurunkan harga bahan pangan yang naik saat puasa, utamanya beras," ujar Cahyo di Madiun, Rabu (20/3/2024).
Ia mengaku lebih gencar menggelar operasi pasar sebagai bentuk menjaga kestabilan harga, dengan cara GPM, pasar murah, hingga melakukan kegiatan Gerak Tekan Inflasi atau “Gertak” yang terus menyasar warga desa-desa di Madiun secara bergantian.
Cahyo juga membenarkan, bahwa sejumlah komoditas bahan pangan mengalami kenaikan saat memasuki bulan Ramadhan. Diantaranya beras Medium dengan kisaran harga Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram,






