Warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar saat menggelar demo di balai desa. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menggelar demo di balai desa setempat, Selasa (17/9/2024).
Massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Desa Roomo (Formalisa) menuntut Kepala Desa Roomo, Taqwa Zainundin, bertanggung jawab atas beras tak layak konsumsi yang mereka terima.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
Beras yang dibagikan kepada warga berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) PT Smelting.
Pendemo yang didominasi ibu-ibu ini menunjukkan beras yang kondisinya berkutu, kekuningan, dan baunya apek.
Di dalam beras yang diterima juga terdapat benda asing seperti batu kecil dan jagung. Beras itu tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali karena diduga sudah lama sekali disimpan.
Pendemo dalam aksinya juga mengembalikan beras bantuan, serta mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) Roomo memberikan beras dengan kualitas yang layak.
"Beras dari Desa Roomo dari uang bantuan CSR PT Smelting sangat tidak layak. Masak kita disuruh makan nasi campur kerikil (batu kecil) dan bau," teriak pendemo.






