Raih Rekor MURI, Lika-Liku Program 'Emas' Jadi Inovasi Pendidikan Bahasa Inggris Warga Kota Kediri

Raih Rekor MURI, Lika-Liku Program English Massive Festival saat digelar di taman brantas

Sampai dengan tahun 2018, Chevy menyebut peserta Emas mencapai 4000 siswa. Sejak saat itu, Pemkot Kediri tak hanya menjaring peserta dengan jumlah tinggi, melainkan lebih mengedepankan kualitas program sehingga meskipun gratis tapi programnya berkualitas dan terstandar. Yaitu melalui penyusunan kurikulum, standarisasi tutor, leveling test, dan menghitung jumlah kehadiran peserta.

Chevy berharap, dengan diraihnya rekor ini, Emas tetap menjadi pusat pembelajaran Bahasa Inggris di masyarakat, serta hasil pembelajaran di Emas bisa diakui sebagai ekstrakurikuler di sekolah.

Emas bisa menjadi bentuk pendidikan non formal berbasis komunitas yang terstandar dan menjadi pendukung pendidikan formal yang sudah ada.

Sedangkan dalam kacamata governance, Emas merupakan salah satu program quickwin yang masuk ke dalam salah satu pilar Smart City (Kota Cerdas) yakni Smart Society (Masyarakat Cerdas). Hal tersebut disampaikan Apip Permana, Kepala Dinas Kominfo selaku leading sector Smart City.

“Selain berfungsi untuk mengedukasi masyarakat, Program juga mendukung Smart City karena merupakan salah satu bagian dari pilar Smart Society," jelas Apip. Terbukti, pada tahun 2023 Smart City meraih skor 3,200 dengan kategori “Baik”. Menurutnya, hal itu merupakan buah dari strategi kolaboratif Pemkot Kediri yang menunjukkan hasil positif.

Pemerintah telah meluncurkan beberapa program untuk mendukung tatanan masyarakat cerdas yang produktif secara positif seperti program dan Genibudujari.

(Emas) merupakan program kursus bahasa inggris gratis yang diluncurkan Pemerintah . Adapun Genibudujari merupakan kegiatan yang mewadahi pelajar berbasis kesenian tradisi.

Dalam kesempatan berbeda, Mifta, salah satu Penanggungjawab Emas mengungkapkan, bahwa program yang kini diikuti 3.373 partisipan aktif tersebut tidak selalu mendapatkan sambutan hangat seperti yang dirasakan saat ini. 

“Ketika pertama kali diperkenalkan, Emas tidak langsung bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat. Cukup banyak yang ragu dan bertanya-tanya,” kata dia.

Lantas, hal tersebut menjadi tantangan besar bagi para penggagas dan tutor agar lebih berusaha memperkenalkan program ini ke masyarakat.

Setelah melewati beragam tantangan, program Emas kini membuktikan diri sebagai sebuah program inisiatif Pemkot Kediri yang bermanfaat.

Berkat dukungan dari pemerintah serta bimbingan para tutor, banyak partisipan yang merasakan dampak positif berupa peningkatan kemampuan berbahasa Inggris. Saat ini, Emas telah mencapat 154 spot, 246 kelas, dan 39 tutor.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan Rekor yang telah diberikan kepada Program Emas. Penghargaan ini menjadi salah satu hasil dari kerja keras seluruh tim, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan penuh dari Pemerintah ,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Mifta, pencatatan rekor ini memotivasi tim untuk terus berinovasi, memperluas jangkauan program, dan mtikan lebih banyak masyarakat memiliki akses belajar Bahasa Inggris secara gratis.

Mifta berharap agar Emas dapat terus berkontribusi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya warga , melalui penguasaan bahasa Inggris yang baik. (uji/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan Warnai Peringatan Hari Bumi dan Hari Air Dunia di Kota Kediri':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO