Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, ketika meninjau pelaksanaan program MBG atau makan bergizi gratis di SMPN 1 Candi, Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Candi, Rabu (8/11/2024). Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah malnutrisi pada anak-anak melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis.
Dalam kunjungannya, Khofifah meninjau langsung proses dari hulu ke hilir implementasi MBG. Dengan didampingi calon Bupati Sidoarjo terpilih, Subandi, bersama sejumlah pejabat terkait yang terlibat, ia meninjau dari dapur sehat hingga distribusi makanan kepada siswa.
BACA JUGA:
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup, Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan
- Program Bongkar Ratoon Tebu Dimulai di Desa Pinggirsari
Khofifah mengapresiasi sinergitas antara berbagai pihak, termasuk Forkopimda Sidoarjo, pelaku UMKM, pihak sekolah dan masyarakat, dalam menyukseskan program ini.
“Kita semua memiliki tugas untuk bersama sama menyukseskan program pemerintah yaitu MBG ini. Ini adalah upaya bersama menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak agar terhindar dari malnutrisi,” ucapnya.

Ia mengapresiasi pelaksanaan program MBG di Sidoarjo ini, terutama saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kodim 0816/Sidoarjo. Tempatnya bersih dan sangat representatif, serta tersedia gudang untuk stok logistik yang kering dan basah.
"Di sini mereka menyediakan 3.500 porsi sehari dan mampu membuka peluang kerja dan mendukung UMKM lokal. Di dapur sehat ini, misalnya, ada 48 tenaga kerja yang diserap untuk menyiapkan 3.500 porsi makanan per hari. Hal ini sungguh berkah bagi masyarakat Sidoarjo,” tuturnya.
Lebih lanjut, Khofifah juga menyoroti dampak positif program ini terhadap UMKM lantaran dari implementasi program ini, menjadi berkah dan sumber rezeki baru bagi para penjual sayur, bumbu, cabai, dan buah karena mereka mendapatkan pasar baru. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan menaikkan kelas usaha pelaku UMKM.
“Melalui program ini, kita berharap UMKM desa mendapatkan tambahan income dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




