Kambing ternak yang mati di Desa Mejasem (dok. Ist)
NGAWI,BANGSAONLINE.com - Belasan Kambing ternak di Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi dilaporkan mati mendadak,.
Para peternak menduga wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi penyebab utama kematian hewan ternak tersebut.
BACA JUGA:
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
- Gandeng Kejari, Pemkab Ngawi Perkuat Payung Hukum Program Strategis Daerah
- Jemaah Tertua Asal Ngawi Berangkat Haji dari Hasil Menabung Bertahun-tahun
Pengurus wakaf produktif Masjid Fathul Huda desa Majasem Hambali, menceritakan bahwa pihaknya telah menerima laporan kematian kambing sebanyak belasan ekor, pada Minggu kemarin (12/1).
"Sampai saat ini kami menerima laporan sekitar 10-15 ekor kambing mati, dari pengakuan beberapa peternak kambing itu ada yang sebelumnya kejang - kejang dan kakinya ada luka," katanya, Senin (13/1/2025).
Hingga kini, dia bersama pengurus wakaf produktif terus melakukan pendataan dan tindakan secara swadaya untuk mencegah kematian ternak lebih banyak.
"Sementara masih kami bantu secara swadaya, dengan obat tradisional seperti rempah - rempah agar tidak semakin parah," jelas dia.
Pihak pengurus wakaf produktif telah melaporkan kejadian tersebut kepada dinas perikanan dan peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi untuk penanganan lebih lanjut.
Klik Berita Selanjutnya






