Kambing ternak yang mati di Desa Mejasem (dok. Ist)
Sementara itu, Suwarno, 41, salah satu peternak menyampaikan ada belasan kambing miliknya yang diduga terjangkit PMK, hal ini ditandai dengan ditemukan luka pada mulut dan kuku.
"Hari ini sudah mati 1 ekor, awalnya kejang-kejang lalu nggak lama mati. Yang lain itu ada luka di mulut sama kuku, saya semprot pake disinfektan tiap hari untuk sementara," ungkap dia.
Dia mengaku, hingga saat ini kambing-kambing miliknya belum ada yang divaksin PMK. Hal itu menurutnya menjadi penyebab kenapa banyak kambingnya terjangkit virus PMK.
"Belum, kambing-kambing saya belum ada yang divaksin. Sementara ya masih dikasih ramuan tradisional sama semprot disinfektan saja," jelas dia.
Kasus kematian kambing yang disinyalir terjangkit PMK di Kabupaten menjadi babak baru penularan virus yang sebelumnya telah menjangkiti sebanyak 707 ekor sapi.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi hingga saat ini masih melakukan upaya untuk menangani penyebaran virus PMK tersebut. (nal/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






