Pelabuhan Gresik. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tak hanya pemerintah, masyarakat melalui media sosial (medsos) juga ikut berkomentar terkait pagar laut yang kini tengah menjadi perbincangan hangat.
Mereka membandingkan kasus serupa yang terjadi di kawasan pesisir Gresik, selama bertahun-tahun.
BACA JUGA:
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Perahu Pengangkut Besi Tua Tenggelam di Perairan Pelabuhan Gresik, Satu Tewas Dua Hilang
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
Mereka menyoal banyaknya perusahaan yang berdiri di tepi laut, dan melakukan pengurukan laut atau reklamasi untuk perluasan pabrik.
"Terus lama-lama lautan diuruk daratan jadi lautan, bingung airnya dibuang ke mana, harus ada solusinya itu," kata Hamizan saat mengomentari berita berjudul: "Heboh Pagar Laut, Dewan Sebut Banyak Industri Sewa Area Pesisir untuk Perluasan Pabrik di Gresik" yang diposting di Grup Facebook Gresik Sumpek (GS), Kamis (23/1/2025).
Sedangkan yang lainnya, mengungkapkan bahwa urukan atau reklamasi laut di pesisir Gresik sudah lama.
"Laut Gresik wes diuruk, wes kape tekan Meduro (laut Gresik sudah diuruk, sudah mau sampai Madura)," ucap netizen yang mengatasnamakan dirinya sebagai Si Raja Tega, dikutip BANGSAONLINE.com.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (DKPP) Gresik, Arif Wicaksono, tak menampik jika dirinya memperoleh informasi yang menyebut kawasan pesisir sudah banyak yang direklamasi untuk aktivitas usaha, baik untuk perluasan pabrik, dermaga, dan lainnya.
Namun, ia mengaku baru Petrokimia Gresik yang koordinasi dengan pihaknya terkait rencana pemanfaatan wilayah laut untuk usaha sejak menjabat sebagai Plt Kepala DKPP Gresik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




