Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly
KOTA BLITAR,BANGSAONLINE.com - Puluhan warga yang bekerja di lokasi tambang pasir di aliran lahar Gunung Kelud, Kabupaten Blitar melakukan aksi unjuk rasa di Mapolres Blitar Kota, Senin (3/3/2025).
Aksi unjuk rasa ini menuntut agar lokasi tambang pasir yang ditutup segera dibuka kembali.
BACA JUGA:
- Remaja Putus Sekolah Dijajakan Layani Hidung Belang di Kota Blitar, 5 Mucikari Diamankan
- Targetkan Program B50 Mulai Berlaku 1 Juli, Bahlil Buka Peluang Penyesuaian Mandatori
- Siswi 14 Tahun di Kota Blitar Diduga Jadi Korban TPPO, Polisi Selidiki Jaringan Pelaku Mucikari
- Diduga TPPO, Siswi 14 Tahun di Kota Blitar Jadi Pemuas Pria Hidung Belang, Polisi Amankan Mucikari
Koordinator aksi, Endang menuturkan, warga yang selama ini menggantungkan hidup dari tambang pasir merasakan kesulitan ekonomi sejak tambang ditutup.
"Sudah enam bulan mereka menganggur. tabungan mereka sudah habis. Padahal anak dan istri mereka mereka juga memerlukan kehidupan yang layak. Jadi mohon izin agar semua dipermudah kasihan masyarakat," kata Endang.
Pertambangan yang dilakukan warga selama ini menggunakan alat berat. Namun karena tidak ada izin maka pertambangan ditutup.
Sementara untuk mengurus izin memerlukan proses yang panjang.
"Mereka pakai alat berat. Tapi kami minta perizinan dipermudah jangan dipersulit mereka semua mau izinnya lengka, tapi memang lama prosesnya," imbuhnya.
Sementara Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly mengatakan, agar pengusaha tambang mengurus izin operasional jika ingin melakukan aktivitas pertambangan menggunakan alat berat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




