Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.
"Ke depannya, daerah harus mampu melakukan monitoring langsung terhadap kondisi wilayahnya, mengontrol potensi kerawanan, serta mengamati (surveillance) dengan pendekatan kearifan lokal, sehingga tujuan pencegahan korupsi dapat tercapai," tambah Setyo.
Tren Positif MCP Pemkot Surabaya
Sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diraih.
"Ayo terus gotong royong dan saling menguatkan, kita lawan korupsi bersama. InsyaAllah Surabaya semakin sejahtera," ujar Eri Cahyadi yang hadir secara virtual.
Menurutnya, nilai indeks MCP Pemkot Surabaya menunjukkan tren positif dengan kenaikan dari 97 pada 2023 menjadi 98 pada 2024. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata capaian MCP nasional yang berada di angka 76, serta nilai rata-rata capaian MCP tingkat Provinsi Jawa Timur yang mencapai 93,32.
"Penghargaan ini membuktikan komitmen Pemkot Surabaya dalam upaya pencegahan korupsi dan peningkatan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan," kata dia.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Wali Kota Eri berharap Surabaya dapat terus berkontribusi dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
"Dengan pencapaian ini, Pemkot Surabaya menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi tetap menjadi prioritas utama," tandasnya. (ari/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




