Wabup Gresik, Asluchul Alif, didampingi Kepala Dispendik Gresik, S. Hariyanto, saat berinteraksi dengan ABK atau anak berkebutuhan khusus. Foto: Ist
"Saya titipkan anak-anak berkebutuhan khusus ini kepada Ibu dan Bapak guru semua. Dengan program ini, mereka diharapkan memperoleh akses pendidikan yang lebih baik dan merata, sesuai dengan visi Pemkab Gresik dalam menciptakan pendidikan inklusif bagi seluruh masyarakat," paparnya.
Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik, S. Hariyanto, menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen dalam memberikan layanan pendidikan prima bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
"Kami telah meluncurkan program 'Kemilau Hatiku Padamu' sebagai bagian dari program seratus hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Program ini bertujuan untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak berkebutuhan khusus melalui pelatihan dan pendampingan intensif," ujarnya.
Saat ini, ia menjelaskan terdapat 129 GPK yang telah mengikuti pelatihan intensif dari Dispendik Gresik. Program ini juga telah mencatatkan 454 anak berkebutuhan khusus yang terdaftar sebagai penerima manfaat.
Pada tahap pertama, kata Hariyanto, sebanyak 100 anak akan dijemput setiap 2 minggu sekali menggunakan mobil bantuan dari CSR Bank Jatim.
"Kami berharap dalam waktu tiga bulan ke depan, anak-anak ini dapat kembali ke sekolah asal mereka setelah mendapatkan dukungan yang optimal," tuturnya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




