Para difabel saat menghadiri acara istighatsah dan pembagian bingkisan dari Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Guest House UAC Pacet Mojokerto, Kamis (27/3/2025). Foto: bangsaonline
Kiai Asep perlu menjelaskan siapa dirinya karena banyak diantara difabel yang – maaf – tak bisa melihat. Mereka tampak bangga ketikaternyata diundang oleh Kiai Asep.
Apalagi Kiai Asep memuliakan mereka. “Saya mohon doa panjenengan satu fatihah saja. Semoga Mojokerto, Jawa Timur dan Indonesia maju, adil dan Makmur,” pinta Kiai Asep.
Kiai Asep kemudian memimpin pembacaan fatihah yang secara bergemuruh diikuti oleh para difabel itu. Doa itu, menurut Kiai Asep, selain untuk Gus Barra, bupati Mojokerto, juga untuk menantunya, Dr M. Afif Zamroni, dan anak Kiai Asep yang lain, yaitu Muhammad Habiburrohman.
“Anak saya Mas Afif staf ahli Menteri Desa, Mas Habib anggota DPR RI,” kata Kiai Asep kepada para difabel yang duduk memenuhi aula Guest House.
Kiai Asep kemudian menjelaskan bahwa mereka diundang juga untuk diberi beras, sarung dan uang. Mereka langsung tepuk tangan kegirangan.
“Tapi yang paling penting silaturahimnya. Panjenengan dimuliakan,” kata Kiai Asep.
Kiai Asep juga mengucapkan terimakasih karena mereka telah memilih Gus Bara pada Pilkada lalu. “Terimakasih panjenengan semua telah memilih Mas Barra. Tapi tidak memilih pun tidak apa-apa karena pada pemilihan lima tahu depan pasti panjengan memilih Mas Barra,” kata Kiai Asep yang lagi-lagi disambut tepuk tangan.
Saat itu hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto M Choirul Amin dan anggota DPRD Jatim Suwandi Faridausy. Kiai Asep minta agar para anggota DPRD itu mengadakan reses secara khusus dengan kaum difabel.
“Tolong nanti adakan reses dengan mereka,” pinta Kiai Asep.
Selain dua anggota DPRD itu juga hadir Dr Achmad Rubaie, Ketua Harian DPW PAN Jatim. (MMA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






