Hari ke-2 Lebaran, Open House Gubernur Jatim Dihadiri Keuskupan Gereja Katolik Surabaya

Hari ke-2 Lebaran, Open House Gubernur Jatim Dihadiri Keuskupan Gereja Katolik Surabaya Keusukupan Surabaya saat berfoto bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. FOTO: Devi Fitri/BANGSAONLINE

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Di hari kedua lebaran, Kediaman Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kedatangan Keuskupan Gereja Katolik Surabaya, dalam rangka silaturahmi.

 Khofifah menyambut hangat rombongan yang dipimpin Romo Agustinus Tri Budi Utomo, serta didampingi para suster, dan tampak umat Katolik yang mendampingi.

"Ini menunjukkan bahwa persaudaraan antar umat beragama dengan sangat baik di Jawa Timur," kata Khofifah saat open house di kediaman, Jl. Jemursari, Wonocolo, Surabaya, Selasa (1/4/2025).

"Kami mengucapkan terima kasih tentu, kepada Keuskupan di Surabaya, berkenan silaturahim dengan para suster banyak sekali, kami bahagia," sambungnya

Gubernur Khofifah berharap, bahwa kehadiran Keuskupan Surabaya ini, dapat menjadi pesan persaudaraan.

"Mudah mudahan seluruh persaudaraan kita bisa kita bangun, di banyak lini, di banyak tempat, di banyak waktu," jelasnya.

Sebagai informasi, hari ini, Gubernur Khofifah menggelar open house di kediaman sebanyak tiga sesi. Sesi kedua nanti pukul 14.00 - 16.00 WIB, dan sesi ketiga pada pukul 20.00 - 22.00 WIB.

"Khawatir kayak kemarin di Grahadi kan agak banyak, maka kami siapkan kursi agak banyak di luar, biar langsung ada sirkulasi di luar," ujarnya.

Sementara itu, Uskup Surabaya, Romo Agustinus Tri Budi Utomo mengungkapkan, puasa Ramadan tahun ini hampir bersamaan dengan puasa umat Katolik.

"Maka sebenarnya ini sebuah peluang untuk membangun dialog, membangun kerjasama, berkolaborasi antara umat Katolik, Kristiani dengan umat Islam," katanya.

Dikatakannya, bahwa Idul Fitri ini merupakan kemenangan melawan hawa nafsu, melawan ego sektoral, maupun melawan kejahatannya dunia.

"Harapannya, Idul Fitri yang kami juga sebentar lagi Hari Raya Paskah, itu menjadi peluang membangun persaudaraan sejati. Sehingga agama, bukan lagi sebuah sekat," terangnya (dev/red)